Updatenews125.blogspot.com--Fenomena
berpacaran sudah menjadi hal yang biasa di kalangan muda saat ini. Meski dilarang
oleh agama, pacaran tetap tidak bisa dibendung. Bukan karena durhaka semata,
melainkan karena memang terkandung beberapa manfaat agar kita bisa saling
mengenal satu sama lain, sebelum menginjak ke tahap yang lebih lanjut:
pernikahan.
Meski
begitu, patut diakui bahwa “gaya berpacaran” saat ini banyak yang melewati
batas. Kita mendapati berita tentang kehamilan, pembuangan bayi, aborsi sangat
besar di Indonesia. Bahkan, pada tingkat tertentu kita sudah sulit mendapatkan
wanita yang (mohon maaf) masih perawan. Tentu hal ini menjadi sangat miris. Meski
begitu, banyak muda-mudi yang sekarang justru merasa bangga dengan berpacaran. Tidak
cocok rasanya jika mereka tidak pernah merasakan berpacaran sekalipun selama
hidupnya. Pacaran seolah menjadi ritual yang wajib dialami sebagaimana
pernikahan.
Nah,
parahnya mereka yang memutuskan diri berprinsip tidak berpacaran justru menjadi
bahan olokan. Mereka bahkan disebut-sebut sebagai orang yang kuper, kurang
gaul, serta “impoten”. Ada-ada saja julukannya. Mereka selalu memandang rendah
seseorang yang jomblo. “Mana pacar lu, kok sendirian. Ah, cemen lu jadi cowo
bro.!” Kata-kata yang mungkin sangat akrab di kalangan para
jomblowan/jomblowati.
Meski
begitu, benarkah kenyataan seperti itu. Bukankah saat seseorang memilih untuk
menjadi jomblo/tidak berpacaran lagi menunjukan bahwa dia melihat kelebihan dengan
cara menjomblo. Berikut alasan-alasan mengapa para jomblo dilarang untuk
minder.
1. KEKASIHMU ADALAH DIA YANG MENCIPTAKANMU
Mungkin
alasan ini sudah sangat umum. Setiap agama mengatur bagaimana tatacara pemeluk
agamanya bertingkah laku. Dalam Islam, seorang laki-laki dan perempuan tidak
boleh saling bersentuhan dan lebih dari itu kecuali dia adalah muhrim. Mereka berhak
bahkan dianjurkan untuk bersentuhan jika telah didahului dengan ikatan
pernikahan. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka agama mengancam kepada para
pemeluknya dengan siksaan yang pedih.
Untuk
menjalankan hal tersebut, pemuda/i harus pandai menahan hawa nafsunya. Secara lahiriah,
mereka pasti suka dengan lawan jenis dan ingin sekali berinteraksi dengan
mereka. Namun mereka lebih memilih mengorbankan hawa nafsunya demi beribadah
kepada Tuhannya. Oleh karena itu, tentunya Tuhan tidak akan menyia-nyiakan apa
yang mereka korbankan dengan iming-iming pahal yang besar.
2. KAMU ADALAH CALON PEMIMPIN BANGSA YANG HEBAT
Tidak bisa
dipungkiri, bahwa gaya berpacaran bukan merupakan budaya asli Indonesia.
Berpacaran (terutama dengan sangat bebas) berasal dari Barat (budaya Barat)
yang menjunjung liberalisme. Mereka tidak mengharuskan ikatan perkawinan karena
bercinta merupakan hak asasi dari manusia tersebut. Mereka mengembangan budaya
yang disebut sebagai budaya permissif.
Maka, jika
kamu berani untuk melawan arus tersebut maka kamu memiliki jatidiri yang sangat
hebat. Sikap tersebut akan menjadikanmu layak sebagai pemimpin karena kuat
dalam prinsip hidup serta tidak terombang-ambing dengan budaya lain. Seorang
pemimpin yang hebat harus bisa menjaga bangsanya dari budaya-budaya yang akan
mengancamnya, karena Bung Karno pernah mengatakan “Bangsa yang kuat adalah
bangsa yang pintar menghargai budayanya.” Selamat jika anda terus konsisten
dengan berani melawan arus mainstream bahwa selama hidup harus berpacaran. Tidak!
Hiduplah dengan budaya serta prinsip hidupmu sendiri.
3. KESUKSESAN ADA DI DEPAN MATAMU
Kita harus berbangga dengan
jomblo karena kita lebih memiliki banyak waktu produktif untuk bekerja serta
berpeluang untuk sukses. Terkadang, jika kita sedang berpacaran akan banyak
waktu yang tersita bersama pacar, sehingga waktu yang kita miliki terbuang
secara percuma dan tidak produktif. Waktu produktif yang kamu miliki saat
berstatus jomblo akan membantu kamu fokus sehingga memiliki banyak materi yang
dihasilkan. Meski terkadang kita tidak bisa pungkiri, bahwa pacar adalah
motivasi bagi seseorang untuk bekerja.
Begitu pula seorang jomblo,
demi perjuangan untuk mengentaskan kejombloannya maka dia harus berusaha keras
untuk sukses. Setelah itu, wanita mana yang tidak mau hidup atau memiliki
pasangan dengan orang yang sukses. Oleh karena itu, fokuslah bekerja dan
tunjukan bahwa kamu dapat diandalkan jika kelak menjadi pasangan bagi
seseorang.
4. KAMU AKAN LEBIH DICINTAI KELUARGA DAN MEMPUNYAI BANYAK SAHABAT.
Dalam
berpacaran, tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang sang pacar selalu menuntut
untuk dinomor satukan. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak
persahabatan yang akhirnya renggang karena sahabat lainnya lebih memilih untuk
menghabiskan waktu bersama pacarnya. Belum lagi, jika pacar tersebut sangat
possesif dan cemburuan, waktu akan sangat terkuras karena terkadang harus
marah-marah dan memelas maaf dari sang pacar yang sedang dilanda cemburu.
Menjadi
jomblo juga lebih banyak waktu dengan keluarga. Bisa jadi kita memiliki adik
kecil atau keponakan yang bisa kita rawat. Saat itulah, kebanggaan sebagai
seorang jomblo hadir karena bisa diandalkan oleh orang tua dalam merawat
adik-adik tersebut. Juga dengan lebih banyak waktu bersama keluarga, bisa
semakin mempererat kasih sayang yang akan melapangkan rezeki bagi kita.
5. KEBEBASAN ADALAH HAL YANG DIINGINKAN OLEH SEMUA MANUSIA
Bisa pembaca bayangkan,
mengapa para pendiri bangsa kita bersusah payah untuk memerdekakan Indonesia.
Ingatlah, tidaklah lain bahwa yang mereka tuju adalah kebebasan. Begitupula
manusia, terkadang ada satu waktu di mana kita ingin melakukan segala sesuatu
sendiri tanpa ada campur tangan yang lain. Bahkan kita ingin bebas melakukan
hal-hal yang fun bersama teman-teman yang memiliki chemistery yang sama. Misalkan
klub sepakbola.
Namun apa jadinya jika kita
harus merelakan kebersamaan kita dengan genk/kelompok tersebut terampas karena
sang pacar ingin diperhatikan. Belum lagi jika sang pacar merasa cemburu jika
di kelompok tersebut terdapat wanita atau lawan jenis yang bisa membuat kita
jatuh cinta. Bisa-bisa kita akhirnya tidak bisa mengikuti secara penuh kegiatan
kelompok tersebut, bahkan terkadang secara terpaksa harus keluar dari kelompok
tersebut atas tuntutan dari sang pacar.
6. JOMBLO ITU HANYA SOAL WAKTU DAN CARA MEMENEJ PERASAAN
Kita semua
percaya bahwa setiap insan di dunia ini berpasangan. Oleh karenanya, tidak ada
alasan bagi kita untuk merasa khawatir kehabisan pasangan. Ingatlah, tidak ada
bayi lahir yang lansung menikah. Semua manusia dilahirkan jomblo. Hanya persoalan
waktulah yang kemudian menentukan apakah seseorang cepat mendapatkan pasangan
atau tidak. Bagi yang belum diberi, maka bersabarlah karena jodoh itu pasti
datang di saat yang tepat. Indah pada waktunya.
Rasa rendah
diri atau kuper sebagai seorang jomblo adalah persoalan bagaimana kita
mengelola perasaan. Ada orang yang terbiasa dipukuli, maka jika sewaktu-waktu
dipukuli tidak akan merasa sakit. Begitupula dengan jomblo, saat dia terbiasa
hidup produktif dengan kesendirian, maka kejombloan adalah anugerah karena
waktu yang dia miliki tidak terbuang sia-sia bersama dengan sang pacar. Seorang
jomblo harus pandai untuk mengelola perasaan, jika tidak maka masalahnya akan
sangat panjang.






























.jpg)








